Tim Si Bucin
“Nggak ada yang lain. Dari awal, aku cuma lihat kamu.”
Kamu tertarik pada cinta yang berani mempertaruhkan seluruh hati tanpa ragu. Di hadapan laki-laki yang menganggapmu lebih penting dari seisi dunia — yang sekali memberikan hatinya hanya akan melihatmu seorang sampai akhir — jantungmu langsung berdebar tak karuan. Di tengah keramaian sekalipun, tatapan yang tak pernah berubah itu selalu menemukanmu lebih dulu. Kamu ditakdirkan jadi satu-satunya kelemahannya.
Mereka percaya tarik-ulur itu romantis — serunya cinta ada di ketegangan yang menggantung. Prinsip 'semua atau tidak sama sekali'-mu, keyakinan bahwa cinta sejati harus dipertaruhkan sekaligus — seumur hidup pun mereka tak akan paham.
Kalau ada orang yang kamu curigai, pakai Panggilan Rival Takdir di bawah dan suruh dia ikut tes.
Male lead yang kini menunggumu di bawah sinar bulan

